RSS

Bacuk: Psst… Yang Satu Ini Menu Rahasia Lho!

26 Apr

Sudah beberapa minggu belakangan ini Dosen Kuliner tidak mempost tulisan-tulisan baru seputar urusan perut, khususnya info jajanan di kota Bandung. Sungguh tidak terduga ternyata banyak orang yang merasa kehilangan informasi penting sehingga mereka mengirimkan email yang menanyakan alasan ‘hilangnya’ Dosen Kuliner. Beberapa pertanyaan yang muncul, di antaranya adalah:

  • Apakah Dosen Kuliner sedang sakit gigi, sehingga nafsu makannya berkurang?
  • Apakah Dosen Kuliner sedang diet lantaran menderita obesitas?
  • Apakah Dosen Kuliner masih hidup?
  • Apakah Dosen Kuliner sudah dipecat jadi dosen lantaran lebih sering jajan daripada mengajar?
  • dlll (dan lupa lagi yang lainnya)

Nah sekarang Dosen Kuliner sudah kembali aktif menulis blog tercinta ini. Sekaligus mematahkan semua anggapan di atas yang sarat dengan fitnah. Terus terang belakangan ini Dosen Kuliner memang sedang sangat sibuk (sok sibuk….). Banyak pekerjaan yang sempat tertunda lantaran Dosen Kuliner harus mengikuti training selama dua minggu penuh.

Ok, sekarang kita kembali bicara tentang kuliner. Baru-baru ini Dosen Kuliner diperkenalkan sebuah tempat makan yang relatif baru oleh seorang sahabat. Namanya rumah makan Legoh (meskipun di depan restonya tidak terpampang papan namanya). Lokasinya di jalan Sultan Agung tepat di seberang sekolah Aloysius. Rumah makan ini bersebelahan dengan sebuah distro (gak tau namanya apa…).

Begitu duduk, Dosen Kuliner disodorkan menu yang jumlah menunya cukup bervariasi. Ada nasi goreng, kwetiaw, masakan dari ayam, masakan dari cumi, dan masih banyak lagi. Tapi sebelumnya, sahabat Dosen Kuliner sudah menginformasikan bahwa menu special dari rumah makan Legoh ini bukan yang ada pada menu tersebut. Dan ketika Dosen Kuliner minta menu ‘Bacuk’, si pelayan kemudian memberikan sebuah menu berukuran kecil yang di dalamnya tercantum menu-menu Bacuk.

Apa itu Bacuk? Bacuk itu Babi Cuka yang menjadi andalan rumah makan ini. Pada kesempatan pertama, Dosen Kuliner mencoba Bacuk original dan nasi goreng babi rica-rica. Gak usah berpanjang lebar penjelasannya. Yang pasti masakan daging babinya tuh bener-bener enak. Dan pada saat itu juga Dosen Kuliner langsung jatuh cinta dengan menu Bacuk ini. Rumah makan seperti inilah yang bisa membuat Dosen Kuliner akan datang lagi, datang lagi, dan terus datang lagi.

Dan harganya pun lumayan terjangkau. Nasi goreng babi rica-rica cuma dua puluh dua ribu rupiah. Itu pun dengan porsi yang banyak yang bisa dimakan oleh dua orang. Oya, rumah makan yang selalu penuh pengunjung ini  (sehingga seringkali Dosen Kuliner harus bersabar menunggu sebelum mendapat tempat kosong) punya satu pemandangan yang unik. Jangan kaget apabila pada suatu saat tertentu para pengunjung tiba-tiba bersin-bersin atau batuk-batuk dalam waktu yang bersamaan. Itu tuh disebabkan karena adanya bau masakan rica-rica yang sangat menyengat hidung dari arah dapur. Suer…. lucu banget deh ngelihat orang-orang bersin secara bersama-sama!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 26, 2011 in Bandung, Nasi Goreng, Non Halal

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: