RSS

Laucupan: Temannya Kwetiaw Yang Mirip Cendol

Kemaren saya cerita tentang tian mien kung yang langka di bandung. Sekarang saya mau cerita tentang makanan yang namanya laucupan yang juga tidak lazim dijumpai di bandung. Salah satu penjual laucupan yang dosen kuliner jumpai di bandung adalah di ‘mie tasik sanjose’ yang bisa dijumpai pagi hari di pusat kuliner gor pajajaran. Sanjose ini salah satu pedagang makanan di gor pajajaran yang selalu dipenuhi pengunjung. Selain menyajikan menu dari mie, bihun, kwetiaw… Di sini juga menyediakan misoa dan laucupan itu.
Secara tekstur, Laucupan ini mirip banget dengan kwetiaw. Hanya saja bentuknya yang beda. Bentuk laucupan ini mirip seperti cendol, tapi lebih panjang dan warnanya putih. Dosen kuliner paling doyan menyantap laucupan yang dikuah dan ditambah pangsit rebus. Cobain deh…. Pasti ketagihan.

 
Leave a comment

Posted by pada Mei 31, 2012 in Bandung, Masakan Cina, Mie

 

Tian Mien Kung… Super Enaknya Tapi Super Langka

Bosan dengan makanan itu-itu juga? Cobain deh masakan yang namanya ‘tian mien kung’. Saya gak tahu apakah masakan dari negeri cina ini mudah dijumpai di kota-kota lain. Tapi yang pasti, di bandung masakan ini sangat langka. Dosen kuliner hanya menemukan satu penjual saja yang menyediakan menu ini yaitu di gedung pasar baru. Tepatnya di lantai paling bawah yaitu di bagian pasar tradisional. Carilah kios penjual makanan bernama ‘mie baso hok ciu’. Lalu tinggal pesan ‘tian mien kung’. Gak usah cari di menunya karena masakan ini memang tidak tercantum di menu.
Apaan sih ‘tian mien kung’? Jadi masakan ini mirip dengan kwetiaw. Hanya saja tian mien kung dibuat secara langsung menggunakan tepung beras. Bentuknya mirip kwetiaw tapi lebih lebar dan lebih lembut. Tian mien kung ini dimasak dengan daging, ati, udang, dan diberi kuah. Sangat nikmat disantap ketika panas dan ditambah segarnya acar cabe rawit. Harganya yang 30 ribu sesuai dengan rasanya yang super enak.

 
Leave a comment

Posted by pada Mei 30, 2012 in Bandung, Masakan Cina

 

Es Kacang Durian: My Dessert Favorit @ Singapore!

Di Singapore juga banyak sekali dijumpai para penjual dessert atau menu pencuci mulut. Menu yang ditawarkan mirip-mirip seperti es campur yang ada di Indonesia, hanya saja menu yang ditawarkan di sini jauh lebih beragam. Sebuah penjual dessert bisa menyediakan menu hingga empat puluh menu. Terus terang Dosen Kuliner seringkali dibuat bingung memilih dessert yang akan dipesan. Soalnya semuanya kelihatan menarik untuk dicicipi. Salah satu menu dessert yang benar-benar enak dan membuat Dosen Kuliner ketagihan adalah es kacang durian, yang isinya adalah kacang merah, potongan agar-agar, cendol, yang kemudian disiram dengan aneka macam sirop. Dan terakhir disiram dengan vla durian. Harga seporsi es kacang durian ini 3.5 dollar Singapore atau sekitar dua puluh lima ribu rupiah. Cukup mahal sih… tapi rasanya itu enak bangettt!!!

 
2 Comments

Posted by pada Desember 28, 2011 in Camilan, Es Krim, Singapore

 

Old Chang Kee: Jajanan Gorengan Ala Singapore!

Jajanan khas Singapore lainnya adalah goreng-gorengan seperti sayap ayam, sosis, baso ikan, siomay, dan sebangsanya. Jajanan gorengan semacam ini sangat mudah dijumpai di sana. Baik di mal-mal maupun di pasar-pasar seperti Bugis Street ataupun China Town, hingga di seputar area stasion MRT. Salah satu penjual gorengan yang paling populer di Singapore adalah Old Chang Kee yang selalu Dosen Kuliner jumpai di setiap mal di Singapore. Sepotong gorengan harganya bervariasi antara 1 hingga 2 dollar Singapore. Sedangkan untuk kelas pinggir jalan, harganya sudah pasti lebih murah lagi. Soal rasa sudah dijamin enak. Bahkan selama Dosen Kuliner berada di Singapore, tiada hari tanpa gorengan semacam ini.

 
1 Comment

Posted by pada Desember 28, 2011 in Camilan, Singapore

 

Segarnya Ice Cream Uncle @ Orchard Road!

Liburan Natal tahun ini Dosen Kuliner berkesempatan berlibur ke Singapore. Selain mengunjungi tempat-tempat wisata seperti Universal Studio, Santosa, dan Marina, tentunya Dosen Kuliner tidak akan melewatkan kesempatan untuk berburu jajanan kuliner khas negara Singapore tersebut. Salah satu jajanan di sana yang menjadi favorit Dosen Kuliner dan keluarga adalah es krim Uncle. Di sebut es krim Uncle karena si penjual es krim yang berjualan menggunakan sepeda motor ini umumnya pria yang sudah cukup berumur, dan kita memanggilnya uncle. Penjual es krim Uncle ini banyak dijumpai di sepanjang jalan Orchard yang terkenal sebagai pusat perbelanjaan. Selain di jalan Orchard, Dosen Kuliner juga menjumpai es krim Uncle ini di daerah Marina dan Bugis.

Beberapa rasa es krim Uncle yang sempat Dosen Kuliner coba adalah Durian, Mango, Mint, dan Raspberry. Es krim tersebut bisa disajikan menggunakan cup, roti, atau wafer. Harganya pun sangat terjangkau… cuma 1 dollar Singapore… atau sekitar 7000 ribu rupiah.

 
1 Comment

Posted by pada Desember 28, 2011 in Es Krim, Singapore

 

Makan Ikan Murah Meriah di Rumah Ikan

Di pusat perbelanjaan BTC (Bandung Trade Centre) yang berlokasi tidak jauh dari pintu tol Pasteur, ada banyak jajanan enak yang wajib dicoba oleh para pecinta kuliner. Salah satunya adalah Rumah Ikan. Dari namanya udah bisa ditebak bahwa di sini menyajikan aneka menu yang terbuat dari ikan. Ada banyak macam ikan air tawar dan laut yang tersedia di sini, seperti ikan gurame, lele, bandeng, patin, bawal hitam, kerapu, ataupun kembung. Ikan tersebut bisa digoreng, dibakar, ataupun digoreng dulu terus dibakar. Nyam nyam nyam…. Dan supaya lebih mantap, Dosen Kuliner lebih memilih seporsi nasi hitam dibandingkan nasi putih biasa. Harga makanan di Rumah Ikan sangat terjangkau. Sepotong ikan rata-rata harganya di bawah sepuluh ribu. Murah kan?

 

 
1 Comment

Posted by pada November 26, 2011 in Bandung, Sea Food

 

GEHU PEDAS! Gelo Pedes Pisan Euy!

Belakangan ini di Bandung lagi populer dengan jajanan gehu pedas. Makanan gehu sendiri yang berupa tahu isi taoge dan kol, sebenarnya merupakan jajanan yang sudah lama eksis. Cuma belakangan ini ada yang memodifikasinya dengan banyak cabai sehingga rasanya tuh benar-benar pedas. Jadi kalau makan gehu pedas biasanya sih udah gak perlu ditemani dengan cabe rawit lagi. Saking banyaknya penjual gehu pedas di Bandung, Dosen Kuliner jadi gak tau penjual yang pertama kali memperkenalkan gehu pedas ini. Tapi dari sekian banyak penjual gehu pedas yang pernah Dosen Kuliner cicipi, yang rasanya paling enak adalah yang berada di ujung jalan Rama Bandung. Di sini sepotong gehu pedas dihargai Rp 1.000,-. Rasanya benar-benar mantap. Untuk gehu pedas Rama ini, Dosen Kuliner berani kasih jaminan super mantap!

 
1 Comment

Posted by pada November 26, 2011 in Bandung, Camilan, Tahu

 

Lebih Baik Ke Sushi Tei……o Aja!

Anak Dosen Kuliner yang gede doyan banget makan sushi. Tau sushi kan? Itu loh semacam lemper yang berasal dari Jepang. Kalo lemper ala Indonesia kan bentuknya adalah nasi ketan yang di dalamnya ada suwiran daging ayam. Sushi juga terbuat dari nasi ketan, tapi isinya bisa sangat beraneka ragam. Seperti ikan salmon (mentah), telor ikan, rumput laut, tempura, dan masih banyak lagi. Salah satu penjual sushi yang sering Dosen Kuliner kunjungi adalah Sushi Teio yang berlokasi di Jalan Surya Sumantri Bandung, tidak jauh dari kampus Universitas Maranatha, atau lebih tepatnya dekat perempatan dengan jalan Pasteur. Namanya memang mirip dengan sebuah resto sushi yang sangat beken di Bandung… yaitu Sushi Tei. Tapi bagi Dosen Kuliner, kalau mau makan sushi lebih baik di Sushi Teio aja, dibanding makan di Sushi Tei… Hal ini cukup beralasan karena di Sushi Teio tersedia cukup banyak pilihan menu sushi, porsi yang besar, rasa gak kalah enak, dan tentunya harganya gak mahal (ini nih alasan utamanya).

 
3 Comments

Posted by pada November 26, 2011 in Bandung, Makanan Jepang

 

Sambel Tyson… Ada Yang Berani Coba?

Di jalan Dipati Ukur no 1 Bandung yang letaknya bersebelahan dengan Bank BCA Dago, ada sebuah kedai ikan bakar yang kesohor banget dengan sambelnya yang luar biasa pedasnya. Nama kedainya adalah Red Dipo. Saking nonjoknya itu sambel, oleh para penggemarnya sambel itu dapet julukan sambel tyson. Buat Dosen Kuliner, aneka ikan goreng atau bakar yang ada di Red Dipo tuh rasanya standar aja. Tapi gara-gara sambel tyson makan di Red Dipo tuh selalu berasa nikmat banget.
Satu lagi yang gak boleh dilewatkan di Red Dipo adalah secangkir kopi Robusta atau Arabica yang menggunakan kopi merk Aroma yang sangat legendaris di Bandung. Mantap…

 
1 Comment

Posted by pada November 1, 2011 in Bandung, Sea Food

 

Ada Baso Di Balik Tomat

Kalo lagi musim hujan biasanya Dosen Kuliner tuh sering ngidam makan baso yang anget-anget. Satu per satu tukang baso terkenal digilir hampir setiap hari. Salah satunya adalah Baso Tomat yang punya beberapa cabang di kota Bandung. Tapi Dosen Kuliner sendiri seringnya mengunjungi Baso Tomat yang ada di jalan Gandawijaya Cimahi. Sesuai namanya, menu andalan di sini adalah baso yang ada di dalam sebuah tomat. Selain itu di sini juga tersedia beraneka macam baso. Seperti baso keju yang jadi favorit anak-anak Dosen Kuliner. Hingga baso sumsum yang super gurih. Semangkok baso di sini harganya cukup murah. Mulai dari 8000 rupiah aja.

 
3 Comments

Posted by pada November 1, 2011 in Bandung, Baso, Cimahi

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.